Rabu, 14 Maret 2012


Potensi Theaflavin Teh Hitam (Camellia sinensis) Klon Gambung dalam Mencegah Pembentukan Foam Cell, Penebalan Dinding Aorta, serta Menurunkan Kadar NF-κB, MDA, dan LDL pada Tikus Wistar Model Atherosklerosis 

Retty Ratnawati*, Tita Luthfia S.**, Septy Aulia R.**, Rudini**, Pratista Adi K.**, Yessa Mandra Y.**
*Laboratorium Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya
** Mahasiswa  Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya
 

ABSTRAK

Atherosklerosis merupakan penyakit inflamasi kronik yang ditandai dengan adanya akumulasi lipid pada jaringan subendotel pembuluh darah. Akumulasi lipid ini disebabkan karena tinggi nya kadar LDL (Low Density Lipoprotein). Kondisi stress oksidatif di dalam tubuh akibat proses inflamasi dan radikal bebas dalam jumlah yang berlebihan akan menyebabkan LDL mengalami modifikasi menjadi OxLDL (Oxidized LDL). Selanjutnya OxLDL akan diuptake oleh sel makrofag dan terbentuklah foam cell. Aktivasi foam cell akan menginduksi faktor transkripsi NF-κB (Nuclear Factor-Kappa B) untuk produksi sitokin pro inflamasi, sekresi faktor-faktor pertumbuhan, induksi apoptosis, dan juga produksi radikal bebas sehingga menimbulkan inflamasi jaringan yang lebih lanjut hingga terbentuk plak atherosklerosis. Salah satu strategi terbaru yang sedang dikembangkan sebagai alternatif pencegahan atherosklerosis adalah dengan konsumsi antioksidan.  Theaflavin merupkan senyawa polifenol yang terdapat pada teh hitam. Senyawa ini merupakan hasil oksidasi enzimatis dari catechin yang terdapat pada daun teh (Camellia sinensis). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni pada in vivo dengan hewan coba tikus (Rattus norvegicus) galur Wistar yang secara acak dibagi ke dalam 5 kelompok. Kelompok kontrol negatif (diet normal), kontrol positif (diet atherogenik), kelompok PA (diet tinggi lemak+theaflavin dosis 5 mg/kgBB/hari), kelompok PB (diet tinggi lemak+ theaflavin dosis 10 mg/kgBB/hari), dan kelompok PC (diet tinggi lemak+ theaflavin dosis 20 mg/kgBB/hari). Variabel yang akan dilihat dalam penelitian ini adalah jumlah foam cell, ketebalan dinding aorta, kadar NF-κB, MDA (Malondialdehyde), dan LDL serum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian theaflavin dalam berbagai dosis mampu mencegah pembentukan foam cell, mencegah penebalan dinding aorta, serta menurunkan kadar NF-κB, MDA, dan LDL secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol positif (p<0.05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa theaflavin merupakan antioksidan alami yang berpotensi dalam mencegah progresivitas atherosklerosis.

Kata kunci : theaflavin, atherosclerosis, foam cell, ketebalan dinding aorta, NF-κB, MDA, LDL

Tidak ada komentar:

Posting Komentar