Potensi Theaflavin
Teh Hitam (Camellia sinensis)
Klon Gambung dalam Mencegah Pembentukan Foam Cell, Penebalan Dinding Aorta, serta Menurunkan Kadar NF-κB,
MDA, dan LDL pada Tikus Wistar Model Atherosklerosis
Retty Ratnawati*, Tita Luthfia S.**, Septy Aulia R.**, Rudini**, Pratista Adi K.**, Yessa Mandra Y.**
*Laboratorium Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya
** Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya
ABSTRAK
Atherosklerosis
merupakan penyakit inflamasi kronik yang ditandai dengan adanya akumulasi lipid
pada jaringan subendotel pembuluh darah. Akumulasi lipid ini disebabkan karena
tinggi nya kadar LDL (Low Density Lipoprotein). Kondisi stress oksidatif
di dalam tubuh akibat proses inflamasi dan radikal bebas dalam jumlah yang
berlebihan akan menyebabkan LDL mengalami modifikasi menjadi OxLDL (Oxidized
LDL). Selanjutnya OxLDL akan diuptake oleh sel makrofag dan terbentuklah
foam cell. Aktivasi foam cell akan menginduksi faktor transkripsi
NF-κB (Nuclear Factor-Kappa B) untuk produksi sitokin pro inflamasi, sekresi
faktor-faktor pertumbuhan, induksi apoptosis, dan juga produksi radikal bebas
sehingga menimbulkan inflamasi jaringan yang lebih lanjut hingga terbentuk plak
atherosklerosis. Salah satu strategi terbaru yang sedang dikembangkan sebagai
alternatif pencegahan atherosklerosis adalah dengan konsumsi antioksidan. Theaflavin merupkan senyawa polifenol
yang terdapat pada teh hitam. Senyawa ini merupakan hasil oksidasi enzimatis
dari catechin yang terdapat
pada daun teh (Camellia sinensis). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni pada in vivo
dengan hewan coba tikus (Rattus norvegicus) galur Wistar yang secara acak dibagi ke
dalam 5 kelompok. Kelompok kontrol negatif (diet normal),
kontrol positif (diet atherogenik), kelompok PA (diet tinggi lemak+theaflavin dosis 5 mg/kgBB/hari), kelompok
PB (diet tinggi lemak+ theaflavin dosis 10 mg/kgBB/hari), dan kelompok PC (diet tinggi lemak+ theaflavin
dosis 20 mg/kgBB/hari). Variabel yang akan dilihat dalam penelitian ini adalah jumlah foam
cell, ketebalan dinding aorta, kadar NF-κB, MDA (Malondialdehyde), dan LDL serum.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian theaflavin dalam berbagai dosis
mampu mencegah pembentukan foam cell, mencegah penebalan dinding aorta, serta
menurunkan kadar NF-κB, MDA, dan LDL secara signifikan dibandingkan kelompok
kontrol positif (p<0.05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa theaflavin
merupakan antioksidan alami yang berpotensi dalam mencegah progresivitas
atherosklerosis.
Kata
kunci : theaflavin, atherosclerosis, foam
cell, ketebalan dinding aorta, NF-κB, MDA, LDL
Tidak ada komentar:
Posting Komentar